php, laravel,

Membuat virtual host dalam pengembangan project laravel

Puji Ermanto Puji Ermanto Follow Dec 14, 2020 · 1 min read
Membuat virtual host dalam pengembangan project laravel
Share this

بسم الله الرحمن الرحيم

laradock

Setup lingkungan kerja project laravel

Melanjutkan dari artikel sebelumnya masih membahas mengenai, lingkungan kerja dalam pengembangan project aplikasi menggunakan laravel.
diartikel kali ini gout akan sedikit menjelaskan mengenai seting virtualhost nginx di laradock yang sebelumnya telah kita jalankan

$ docker-compose up -d nginx mysql phpmyadmin redis workspace
  1. Setting hosts ( pengguna linux )
    langsung aja ketahap pertama yaitu setting host di mesin linux
    $ nano /etc/hosts/
    

    Lalu tambahkan virtual domain yang akan kita pakai, misalnya untuk project aplikasi-laravelku yang sebelumnya telah gout persiapkan di artikel sebelumnya, kemudian kita akan assign domain aplikasi-laravelku.test maka tambahkan kode ini

    127.0.0.1 aplikasi-laravelku.test
    
  2. Buat file konfigurasi nginx baru
    1. Masuk folder laradock/nginx/sites
    2. copy laravel.conf.example menjadi aplikasi-laravelku.conf
cp laravel.conf.example aplikasi-laravelku.conf
  1. Edit file aplikasi-laravelku.conf tersebut Ubah kode ini
    server_name laravel.test;
    root /var/www/laravel/public;
    

    Menjadi

    server_name aplikasi-laravelku.test;
    root /var/www/aplikasi-laravelku/public;
    
  2. Restart laradock container kita Masuk ke folder laradock lalu jalankan perintah ini
    $ docker-compose restart nginx
    

Dengan begitu setelah ini kamu cukup mengakses di browser dengan alamat http://aplikasi-aravelku.test tidak perlu lagi menggunakan http://localhost/aplikasi-laravelku/public.

Ketika membuat virtual domain, sebaiknya gunakan akhiran .test. Hindari penggunaan .dev karena sudah tidak didukung.

Varible Lingkungan

Umumnya kita memerluan konfigurasi berbeda pada tahap pengembangan aplikasi dengan pada tahap produksi. Misalnya kita menggunakan driver cache yang berbeda antara server lokal dengan server produksi. Untuk memudahkan pengelolaan konfigurasi lingkungan, Laravel memanfaatkan DotEnv, sebuah pustaka PHP karya Vance Lucas. Pada saat pertama kali kita membuat proyek Laravel baru, di direktori root aplikasi kita terdapat file .env.example. Jika kita menginstall menggunakan composer, file ini otomatis diubah nama menjadi .env. Jika belum, kita harus mengubah namanya secara manual. …. Bersambung!

Wassallaam

Join Newsletter
Get the latest news right in your inbox. We never spam!
Puji Ermanto
Ditulis Oleh Puji Ermanto Follow
Adalah seorang freelancer web developer, blogger, beberapa waktu lalu mengerjakan Project sebagai Fullstack Web Developer di Sebuah marketplace yaitu
PT. Syoobe Inti Perdana(Syoobe) - Jakarta
Dan di beberapa pengalaman sebelumnya bekerja sebagai web developer sekaligus IT Staf di
PT.Gemilang Citrus Berjaya(ourcitrus) - Sidoarjo